Negara Teraman

 

Jepang adalah negara yang paling aman di dunia, Pengamanan di dalam kota berupa pos-pos polisi (kōban) pada titik-titik yang diperlukan. Sebuah kōban selain fungsinya sebagai pos keamanan tetapi juga sebagai tempat informasi dan pengarahan kepada masyarakat dalam kota. Mungkin cukup mengherankan bila di tempat-tempat vital sepertipertokoan, bank, kantor-kantor , dan lain-lain jarang ditemukan ada polisi yang berjaga, dan kalau pun ada semacam satpan tugasnya seolah-olah hanya untuk memberi pelayanan kepada pelanggan untuk ketertiban. Pos polisi ini biasanya dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi yang cukup canggih yang dapat mengirimkan informasi daerah setempat ke stasiun polisi wilayah. Untuk memonitor segala kejadian dalam kota, umumnya pada titik rawan atau titik-titik ramai seperti sarana perbelanjaan, stasiun, alun-alun dan lain-lain, dipasang kamera di atas gedung sehingga apa pun yang terjadi segera dapat langsung ditangani. Bisa dibayangkan bila ada suatu kejahatan terjadi di suatu sudut kota, polisi pusat hanya memantau segala gerak gerik pelaku kejahatan melalui beberapa kamera, kemana pun ia pergi dan bersembuyi akan terdeteksi, sehingga kepolisian tidak perlu mengerahkan banyak aparatnya, kejar-kejaran seperti di Amerika, cukup dengan beberapa polisi penjahat dapat segera ditangkap.

Seorang perempuan misalnya berjalan sendirian tidak perlu dikhawatirkan karena kejahatan akibat perkosaan hampir tidak pernah terjadi, hal ini mungkin karena kebutuhan sexual dapat diperoleh dengan mudah namun tertib, rumah-rumah tidak perlu memiliki gembok rangkap, atau bahkan pagarnya yang tinggi berduri. Itu mungkin sebabnya rumah orang Jepang dari dulu didirikan dengan berdinding fusuma (dinding kertas penyekat yang dijadikan bilik). Dan kalaupun ada kejahatan, maka kejahatan yang paling tinggi adalah berupa kejahatan penjambretan yang dilakukan oleh anak-anak jalanan, atau pencurian, dan jenis pencurian pun umumnya pencurian yang harus dilakukan dengan alat dan keahlian tertentu seperti kartu kredit, pulsa telepon dan lain-lain, tidak ada pencurian berupa barang yang bagi pencuri Jepang tidak praktis, seperti mencuri barang-barang elektronik di rumah, apalagi kejahatan berupa curanmor, kendaraan curian di Jepang tidak akan laku, karena tidak ada penadah dan pembelinya, kalaupun ada pencurian mobil, itu karena motif lain dan bukan untuk dijual apa lagi dimiliki pribadi, bahkan sering kasus tersebut terjadi, mencuri kendaraan hanya untuk pergi ke suatu tempat setelah itu ditinggalkan begitu saja. Selain kejahatan seperti itu ada juga kejahatan profesional seperti pemalsuan, penipuan dan sejenisnya. Kejahatan lain seperti pembunuhan terjadi tidak lebih umumnya dikarenakan faktor stress, kebencian dan sejenisnya dan kalau ada motif karena materi, itu hanya sedikit. Meskipun demikian di Jepang tingkat yang paling tinggi persentasenya adalah kejahatan berupa pembunuhan.

Dari segi keamanan pada alat transportasi dan tempat-tempat publik, Sebuah hotel umumnya dibangun harus dengan uji kelayakan anti gempa, Jalan raya atau jembatan dibangun dengan perencanaan retakan yang terukur bila gempa terjadi. Negara Jepang pada umumnya termasuk negara yang aman dan nyaman, sarana yang serba praktis dan aman tampaknya menjadi suatu keharusan sebagai refleksi sebuah pelayanan dan jaminan negara kepada warganya.

 

buku darjat gif

 

Bisnis Syariah bagi

Siapa pun....

=============

Ngfren di Owner's FB

CLICK HERE